Cara kerja Laravel: MVC · Lesson 8 of 16

Tur singkat folder proyek

Proyek Laravel punya banyak folder, tapi sebagai pemula kamu hanya akan sering membuka empat di antaranya.

2 min 0 comments

Contents

Buka folder catatan di editor. Daftar foldernya terlihat panjang, tapi tenang: sebagian besar jarang disentuh. Ini yang penting, diurutkan dari yang paling sering kamu buka.

Yang sering dibuka

  • routes/web.php. Daftar alamat aplikasimu. Setiap kali browser meminta alamat tertentu, Laravel mencarinya di sini dulu.
  • app/Http/Controllers/. Controller, tempat logika "apa yang harus dilakukan saat alamat ini dibuka".
  • resources/views/. Tampilan, berupa file Blade (berakhiran .blade.php). HTML-nya hidup di sini.
  • app/Models/. Model, satu class untuk setiap tabel database. Sudah ada User.php sebagai contoh.
  • database/migrations/. Resep untuk membuat tabel. Kita akan menulis satu untuk tabel catatan.

Yang sesekali dibuka

  • .env. Pengaturan khusus komputer ini: nama aplikasi, koneksi database, pengaturan email. File ini tidak ikut dibagikan ke orang lain, karena isinya bisa memuat kata sandi.
  • config/. Pengaturan aplikasi yang lebih lengkap. Sebagian besar membaca nilainya dari .env.
  • public/. Satu-satunya folder yang boleh diakses browser secara langsung. Di dalamnya ada index.php, pintu masuk semua permintaan, dan tempat gambar atau file statis lain.
  • database/database.sqlite. Database kita, satu file.

Yang hampir tidak pernah dibuka

  • vendor/. Laravel dan semua paket. Dikelola Composer. Jangan disunting; perubahanmu akan hilang saat paket diperbarui.
  • node_modules/. Sama seperti vendor, tapi untuk paket JavaScript.
  • storage/. Log, cache, dan file yang diunggah. Kalau ada error misterius, file storage/logs/laravel.log sering menyimpan jawabannya.
  • bootstrap/, tests/. Pengaturan awal dan tes otomatis. Belum untuk sekarang.

Satu permintaan, dari awal sampai akhir

Supaya folder-folder itu terasa masuk akal, ini yang terjadi saat kamu membuka http://localhost:8000/catatan:

  1. Browser mengirim permintaan ke public/index.php.
  2. Laravel bangun, lalu mencari alamat /catatan di routes/web.php.
  3. Route itu menunjuk ke sebuah controller. Controller meminta data ke model.
  4. Model mengambil data dari database dan mengembalikannya.
  5. Controller menyerahkan data itu ke sebuah view. View mengubahnya jadi HTML.
  6. HTML dikirim kembali ke browser.

Pola ini yang disebut MVC: Model, View, Controller. Sisa bab ini membahas ketiganya satu per satu, dimulai dari route sebagai pintu masuknya.

Discussion

Log in to join the conversation. Log in

No discussion here yet. Be the first to ask.